Jumat, 25 Mei 2012


SISTEM POLITIK DALAM SEJARAH PERKEMBANGAN DI JAWA




Makalah
Di susun guna memenuhi tugas
Mapel :  Islam Dan Kebuayaan Jawa
Dosen pengampu : bpk Rupi’i .Mag






Di susun oleh :
Muhajirin (112311040)


FAKULTAS SYARI’AH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2012

       I.            PENDAHULUAN
Kehidupan masyarakat jawa di pengaruhi oleh berbagai macam factor kadaan yang membawa mereka kedalam permasalahn-permasalahan yang berbau permusuhan. Perlawanan , pertentangan dan di pengaruhinya mereka dengan masunya berbagai agama ke pulau jawa sehingga mereka harus memilih di antara agama-agama tersebut dan yang akhirnya mayritas mereka memilih agama islam sebagai agama yang mereka anut sampai sekarang ini, bahkan politikpun di mulai dengan pergerakan agama islam yaitu dengan munculna gerakan-gerakan parati islam hingga sekarang ini.

    II.            RUMUSAN MASALAH
A.    System Politik Dalam Perjalanan Sejarah Poltik Di Jawa
B.     Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Islam Di Jawa

 III.            PEMBAHASAN
A.    System Politik Dalam Perjalanan System Politik Di Jawa[1]
Menurut legge agama islam menjadi menarik bagi kota-kota pesisir dari dua segi. Di situ pihak sebagai lambang perlawanan sebagai majapahit, di lain pihak. Karena agama islam merupakan alternative dari keseluruhan pandangan dunia hindu.islam membawa manusia berhadapan muka dengan Allah tanpa adanya imamat atau ritual yang ruet.islam mempunyai satu ajaran kesamaan yang sangat ampuh untuk mencairkan tatanan hirarkis masyarakat majapahit.
Pada tahun 1526 Batam, Jawa barat,memeluk agama Islam dan berkembang menjadi Negara yang kuat. Pada waktu yang sama demak,Jawa Tengah yang pada tahun 1511 telah menjadi kesultanan, menjadi kekuasaan utama pesisir Utara Jawa. Di hadapkan dengan pilihan antara kaum Portugis dan agama Kristiani, atau Demak dan Agama Islam, pangeran-pangeran Hindu Pedalaman jawa memilih yang kedua.
Dengan di terima agama islam, kraton-kraton di pedalaman Jawa sekali lagi lebih unggul terhadap kesultanan-kesultanan di pesisir Utara. pada akhir abad ke XIV senapati dari mataram berhasil memperluas pengaruhnya sampai ke Kediri. Beberapa tahun kemudian demak di taklukan agung cucu senopati, menghancurkan kota-kota perdagangan pesisir Utara dan menaklukan Kepulauan Jawa, kecuali Batam dan Blambangan di ujung utara pulau Jawa. Penghancuran kota-kota perdagangan si pulau jawa Utara oleh Mataram mempercepat kematian perdagangan-perdagangan Jawa antar pulau yang bagaimanapun juga sudah sangat terdesak Oleh Oost Indische Compagnie. Jawa Tengah dengan mentalitas Politiknya yang terarah kedalam kembali menjadi pusat kehidupan politik,budaya,dan Ekonomi Jawa.
Selama 150 tahun berikutnya kekuasaan mataram terus menyusut. Perselisihan seksesi memecahbelahkan kerajaan, mengakibatkan Kraton beberapa kali pindah dan hampir tak terasa memawa Oost Indische Compagnie belanda yang sejak tahun 1619  bermukim di Jakarta keposisi yang semakin besar karena bantuannya slalu di minta oleh pangeran-pangeran yang berkelahi. Lama-kelamaan belanda mengambil alih mengambil ali hampir seluru Jawa timur dari kerajaan Mataram.mataram hanya memiliki kekuasaan yang terbatas dalam satu wilayah yang luasnya kurang lebih 10.000 kilometer persegi hanya pemerintahan hamengkubuwono IX di Yogyakarta yang masih mempunyai arti politik.Sebagai penghargaan atas perang Kemerdekaan. beliau di angkat sebagai Kepala daerah dan Wakilnya Paku Alam. Pada waktu itu hampr seluruh pulau jawa beragama islam tetapi dengan intensitas yang berbeda. Pusat islam yang paling sadar adalah kota-kota pesisir utara. Terdapat kampong-kampung santri. Walaupun kraton resmi memeluk Agama islam tetapi dalam tradisi Hindu-Jawa lebih menonjol.
Pada akhir abad XIX situasi itu mulai berubah. Sementara itu, tanah jawa seluruhnya di kuasai oleh Belanda.sejak permulaan Cuturstelsel Rakyat di desa  semakin tertekan secara ekonomis karena belanda dalam rangka politik Indirect  menyerahkan pelaksanaan penarikan upeti kepada elit-elit priyayi dalam negri, elit itu dalam pandangan masyarakat di hubungkan dengan penjajah .juga lurah, kepala desa, semakin  menjadi pemerintah colonial terhadap wrga desa.barangkali identifikasi elite-elite pribumi dengan kekuasaan penjajah menjadi salah satu alasan mengapa pengaru-pengaruh kiyai-kiyai an ulam’ sejak semula musuh kaum penjajah yang paling tak terdamaikan. Di lain pihak, hubungan yang semakin besar dengan Negara-negara Timur Tengah,terutama sesudah pembukaan terusan Suez yang mengakibatkan suatu gerakan pembaharuan dalam agam Islam indnesia sendiri.kemurnian Gama islam semakin di ragukan. Mistik Jawa yang memang heterodoks tetapi memandangdiri sebagai ungkapan keagamaan Islam lagi.dengan sendirinya polarisasi antara aliran kebudayaan santri dan yang tetap berpegang pada aliran jawa semakin terasa.maka  kaum priyayi dan rakyat jawa semakin menyadari ke khasan kejawaan dan mulai menghidupkan budaya masa lampau sampai saat ini hanya menajdi ungkapan dua sikap yang memang berbeda.
Tedensi itu masih diperkut oleh gerakan kebangitan nasional pada abad XX. Organisasi nasional yang masih belum bersifat politik, Budi Utomo , dari Tahun 1908 bertujuan memajukan cita-cita kebuayaan jawa. Pada tahun 1913 di bentuk pengelompokan plitik pertama denagan nama Sarekat Islam. Dalam waktu sepuluh tahun dalam kelompok SI terjadi konfrontasi antar yang berpedoman agama Islam dengan komunis. Dan shirnya fahm komunis memisahkan diri. Sejak itu politik Indonesia berkembang menurut garis islam dan abangan.sesudah kemerdekaan, polarisasi itu berapa kali mengakibatkan kkrisis-krsi yang berat. Sejak semuala muncul system-sistem islam radikal yang menolak Indonesia yang baru  lahir sebagai kafir. Pada tahun 1950 kelompok itu  bawah pimpinan Kartosuwiryo, orang asal jawa timur  memulai pemberontakan di bawah bendera Darul Islam di Jawa Barat yang meluas ke Aceh dan Sulawesi Selatan. Betapa mendalam perbedaan antara kelompok-kelompok yang berpedoman jawa dan berpedoman islam dalam masyararakat jawa dapat dia amati oleh Clifford Geetrz dan Robert jay pada waktu meraka mengadakan penelitian di jawa timur pada permulaan tahun lima puluhan. Jay menceritakan bagaimana mereka dalam des ataman sari tempat dia tinggal, dua dukuh di sebela barat laut beraliran islam ortodoks dan timur dan selatan berakliran jawa. Padahal dukuh ini masih satu kompleks perumahan sebesar dua kali satu kilometer. Hubungan antara dua desa itu sangat jelek sehingga penduduk desa yang bergaul dengan rekan-ekan kedua belah pihak dan orang-oran yang ingin perggi ke kota lebih baik melewati jalan yang jauh daripada melewati jalan dukuh terssebut. Dua puluh tahun yang lalu koentjaraningrat menulis tentang adanya dua subkultu dengan pandangan dunia ,nilai-nilai dan orientasi-orientasi yang berlawanan didalam keseluruhan kebudayaan jawa.     
B.      Pekembanagan kerajaan-kerajaan di jawa
Kerajaan-kerajaan di jwa antara lain sbagai berikut:
1.      Kerajaan demak
Simuh[2] menjelaskan proses masuknya islam di jawa pada zama demak sebagai berikut:
Penyebaran agama islam di jawa harus berhadapan dengan dua jenis lingkungan budaya istana (majapahit ) yang telah menjadi canggih dengan mengolah unsure-unsur hinduisme,dari pengalaman sejaarah di jawa islam sulit menembus lingkungan budaya jawa pada lingkungan istana yang telah canggih dan halus itu, bahkan raja majapahit menolak ajaran islam pada waktu itu,sehingga sulit agama isla sulit masuk pada ingkungan istana.oleh karena itu para penyebar agama pada waktu itu lebih mengfokuskan pada masyarakat pedesaan yang bisa menerima secara penuh ajaran islam sebagai peningkatan budaya intelektual mereka maka masyarakat pesisir sangat menghormati para kiyai bahkan kyai ini di pandang sebagai  wali karena ilmu laduniyahnya maka guru-guru tarekat dan guru-guru pesantren ini di sebut sebagairaja-raja local bahkan diantaranya menjelma menjadi kesultanan yakni demak, Surabaya dan lain sebagainya.
Dengan mengalirnya kitab yang berabahasa arab maka berdirilah pondok-pondok pesantren yang masih ada hingga dewasa ini. Jika di perhatikan penyebaran islam didemak ini berhadapan dengan etentitas budaya antara lain, lingkungan masyarakatawam masih kental denagan ajaran animisme dan dinamisme dan juga di lingkungan kerajaaanyang masih menganut agama hindu dan budha[3]. Kehidupan Politik Lokasi kerajaan Demak yang strategis untuk perdagangan nasional, karena menghubungkan perdagangan antara Indonesia bagian Barat dengan Indonesia bagian Timur, serta keadaan Majapahit yang sudah hancur, maka Demak berkembang sebagai kerajaan besar di pulau Jawa, dengan rajanya yang pertama yaitu Raden Patah. Ia bergelar Sultan AlamAkbar al-Fatah (1500 ? 1518).Pada masa pemerintahannya Demak memiliki peranan yang penting dalam rangka penyebaran agama Islam khususnya di pulau Jawa, karena Demak berhasil menggantikan peranan Malaka, setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis 1511.Kehadiran Portugis di Malaka merupakan ancaman bagi Demak di pulau Jawa. Untuk mengatasi keadaan tersebut maka pada tahun 1513 Demak melakukan penyerangan terhadap Portugis di Malaka, yang dipimpin oleh Adipati Unus atau terkenal dengan sebutan Pangeran Sabrang Lor.Serangan Demak terhadap Portugis walaupun mengalami kegagalan namun Demak tetap berusaha membendung masuknya Portugis ke pulau Jawa. Pada masa pemerintahan Adipati Unus (1518 ? 1521), Demak melakukan blokade pengiriman beras ke Malaka sehingga Portugis kekurangan makanan.Puncak kebesaran Demak terjadi pada masa pemerintahan Sultan Trenggono (1521 ? 1546), karena pada masa pemerintahannya Demak memiliki daerah kekuasaan yang luas dari Jawa Barat sampai Jawa Timur.
2.      Kerajaan pajang
adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah sebagai kelanjutan KesultananDemak. Kompleks keraton, yang sekarang tinggal batas-batas fondasinya saja, berada diperbatasan Kelurahan Pajang, Kota Surakarta dan Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo
menurut naskah babad , Andayaningrat gugur di tangan Sunan Ngudung saat terjadinya perangantara Majapahit dan Demak. Ia kemudian digantikan oleh putranya, yang bernama Raden KeboKenanga, bergelar Ki Ageng Pengging. Sejak saat itu Pengging menjadi daerah bawahan KesultananDemak.Beberapa tahun kemudian Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh hendak memberontakterhadap Demak. Putranya yang bergelarJaka Tingkir setelah dewasa justru mengabdi ke Demak.Prestasi Jaka Tingkir yang cemerlang dalam ketentaraan membuat ia diangkat sebagai menantu SultanTrenggana, dan menjadi bupati Pajang bergelar Hadiwijaya. Wilayah Pajang saat itu meliputi daerahPengging (sekarang kira-kira mencakup Boyolali dan Klaten), Tingkir (daerah Salatiga), Butuh, dansekitarnya[4].
Perkembangan kerajaan pajang memang tidak bisa di pisahkan dari kerajaan demak namun agak sulit untuk mengdentifikasi secara mandiri perperiode kerajaan.walaupun banyak informasi-informaasi yang tidak tegas dalam dalam menunujukan masalah tersebut. Satu karya sastra yang bayak di anggap berasal dari zaman ini adalah seratnitisruti .poerbatjaraka memasukan serat ini kedalam kepustakaan jawa zama islam.dia memang tidak membagi antara demak dan pajang.
Sebenarnya ada satu hal yang menarik pada periode pajang ini yaitu bahwa kerajaan merupakan peralihan awal dari kerrajaan demak yang di pesisir dan bercorak pesisiran kepada daerah pedalaman yang bercorak pedalaman.
Kita nitisruti  merupakan karya peninggalan pajang kitab ini berisi ajaran baik dan buruk.
3.      Kerajaan Mataram
Kerajaan mataram secara umum berkuasa sejak 1575 sampai sekarang, dengan berbagai perkembanganya. Dengan demikian tlah berkuasa empat abad lebih perkembangan yang cukup mencolok adalah paska perjanjian Gianti dimana kerajaan mataram terbelah menjadi dua, yaitu kasunan Surakarta dan Kesltanan Surakarta dengan gelar spesifiknya  pakubuana dan kraton mangkubuana dengan gelar khusus Mangubuana.kesultanan Yogyakarta juga terbelah menjadi dua yakni kesultanan dengan gelar hamengkubuana dan pakubuana.
Kerajaan mataram hampir  seluruh masanya selalu mendapat pengaruh  politik VOC.pengaruh asing terhadap kerajaan di jawa hal ini terjadi karena VOC telah membantu mataam dalam menumpas pemberontakan yang di lakukan oleh Trunajaya.atas jasa VOC maka rajamataram memberikan kemudahan kepada belanda  yaitu memangun benteng di sekitar kerajaan. Mataram sangat percaya kepada belanda justru malah belanda menjadi musuh dalam selimut[5] .
Pengaruh VOC sangat terliht yaitu denagan penurunan tahta raja yang semula derajat raja dan sunan sejajar dengan raja belanda di turunkan menjadi bawahan yang harus taat kepada belanda.
Selain itu belanda juga mengurangi wilayahpenghasilan mataram sehingga kemakmuran raja berkurang dan rakyat menderita. Perlu di ketahui bahwa walaupun pada masa awal mataram sudah terjadi integrasian antara kebudayaan  jawa dan islam, namun islam  masih menjadi agama resmi mataram. Kondisi tersebut di anggap cermat oleh parapujangga istana.pada masa ini islam masih menentukan perjalanan sejarah jawa,symbol-simbol islam masih  melekat pada budaya kraton,dari gelar raja sampai tata kota kerajaan dan tradisi. Maka tidak salah apabila dalam karya sastra muncul berbagai upaya islamisasi.
Bnyak pengarang di masa itu antara lain,sastra Gending karya sultan Agung  ia merupakan raja yang patuh dan taat kepada  hokum islam. Karya itu berisi pentingnya kedua ajaran berjalan seiring.sultan Agung juga yang merubah kalender jawa.sebelum itu kalender saka (kalender dari kebudayaan hindu) masih di pakai dalam lingkungan kraton. Kini dig anti dengan kalender komariyah dengan bulan-bulan islam tetapi masih menggunakan  perhitungan tahun masih menggunakan perhitungan jawa.
Karya yang cermanan jawanya masih kental dan nuansa islamnya juga masih kental yaitu karya pakubuana IV (1788-1820) yang mengarang serat wulang reh  serat ini menekankan pentingnya pembedaan status social  misalnya agung dan asor. Dan lain sebagainya.

 IV.            KESIMPULAN
Politik islam di jawa sangat terlihat sekali dengan adanya perjalanan sejarah yang terlihat dengan masuknya agama-agama yang dikombinasikan dengan kebudayaan jawa.  masuknya agama ke dalam kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa  dan di pengaruhinya oleh colonial belanda yang memanfaatkan kesempatan itu untuk meluaskan wilayah jajahannya. dengan berpura-pura baik kepada sebagian sultan-sultan terutama pada masa kerajaan Mataram yang pada masa itu kerajaan di bagi menjadi beberapa bagian. Kerajaan yang di pulau jawa antara lain kerajaan Demak,kerajaan Pajang dan kerajaan Mataram. dan timbulnya Partai politik yang pertama adalah Partai politik islam yaitu Sarekat islam. Yang hingga sekarang ini berkembang masih berkembang di Indonesia.

    V.            PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat pemakalah susun , tentunya makalah ini mash jauh dari kesempurnaan. maka dari itu pemakalah sangat mengharapkan kritik dan saran untuk membangun dan memperbaiki makalah ini. Penulis juga meminta maaf apabila ada penulisan dan ulasan yang salah atau kurang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.  Amien 



DAFTAR PUSTAKA
Drs.H. Amin Darori,MA. 2000. Islam dan Kebudayaan Jawa. Yogyakarta . Gema Media.
Anasom dkk, 2004. membangun Negara bermoral. Semarang . PT pustaka Rizki putra.
http://id.scribd.com/doc/39880459/Kesultanan-Pajang


[1] Drs.H.Darori Amin,MA.Islam dan Kebudayaan Jawa.Gema Media.Yogyakarta,2000. Hlm 204-213
[2] Simuh”intraksi ilam dan budaya jawa”dalam dawaruci.
[3] Anasom dkk,membangun Negara bermoral.PT pustaka Rizki putra. Semarang.2004.hal 18-19
[5] Ibid hlm. 20

Fish

Amazon Contextual Product Ads

selamat datng

selamat dtang di blog saya blog ni saya ambil ketika saya membuat makalah smester2 ketia saya di sruh buat mkalah